Tadi pagi saat pulang kerja saya melihat peristiwa yang sangat mengharukan, lebih tepatnya sih lucu. Suasana kost'an sepi. Titis belum pulang dari masuk malem, Hani dan penghuni forbidden room lagi mudik, Cita dan Yuyun lagi tidur di kamarnya masing-masing. Kamar Cita gelap, pintu tertutup, kaca jendela terbuka, gordennya yang terbuka setengah berkibar-kibar tertiup kipas angin. Kamar Yuyun terang dan pintunya terbuka. Yuyun tidur tergeletak di lantai di atas sajadah masih memakai mukena dan memegang Al Qur'an. Di depan pintunya ada kucing yang setia banget menjaganya sambil sesekali melirik Yuyun dengan tatapan yang penuh cinta. Saat saya mendekat si kucing mengeong pelan sambil melototin saya, lalu menoleh melihat Yuyun lalu melihat ke saya lagi seolah berkata "Jangan ganggu dia lagi bobooo..."
![]() |
| Setia banget |
Yuyun dan kucing-kucing di kost Bu Haji Pur ini memang mempunyai hubungan yang sangat intim. Hanya Yuyun lah yang paling setia menyisihkan sedikit makanannya buat si kucing-kucing menyebalkan itu. Ditengah makan dia rajin memilah-milah tulang ikan demi makhluk yang menurutnya sangat manis yang selalu ngglibet di dekat kakinya. Tak jarang makanannya yang diletakkan di meja pun diduluin oleh kucing ketika sesaat ditinggal tidur atau mencuci. Yuyun hanya sedikit ngomel-ngomel tidak pernah memukul maka para kucing pun mempunyai ikatan batin yang begitu dalam dengannya. Seolah ingin membalas budi mereka selalu setia menjaga kamar Yuyun.
Note : cerita ini hanya candaan belaka sebagai warna kehidupan di kost Bu Haji Pur. Jangan marah ya Uyuuun...
*penghuni forbidden room : teman kost yang kamarnya selalu dikunci biarpun hanya ke kamar mandi dan cuci piring di depan kamarnya hihihi...
