Saya bekerja di bidang pelayanan. Salah satu tugas saya adalah mengambil sampel darah pasien di sebuah rumah sakit. Saat berhadapan dengan pasien ada saja hal yang kadang susah untuk dihindari sehingga menyebabkan salah tingkah. Berikut ini gangguan yang pernah menimpa saya dan juga kebodohan yang tak jarang mengakibatkan rasa canggung.
1. Menahan Ketawa.
Menahan ketawa ini paling sering terjadi. Kadang saya terpaksa harus pergi sesaat untuk melepas tawa jika teramat susah untuk ditahan. Tapi pernah suatu hari saya tidak enak meninggalkan pasien sehingga saya harus berusaha keras untuk menahannya. Ceritanya suatu hari saya dan seorang teman sedang ke kamar pasien yang bernama Ibu Samikem, seperti biasa sambil mengetok dan membuka pintu saya memanggil nama pasien. "Selamat sore dengan Ibu Samikem?" Sang pasien beserta orang-orang yang sedang membesuk di ruangan itu serentak menjawab "Walaikumsalaaam..." Sontak saya seperti digelitikin di seluruh tubuh. Teman saya dengan bebasnya bisa lari keluar dan tertawa sepuasnya. Saya tertahan di dalam melanjutkan pekerjaan sambil menggigit bibir kuat-kuat. Alhasil besoknya saya sariawan.
Menahan ketawa ini paling sering terjadi. Kadang saya terpaksa harus pergi sesaat untuk melepas tawa jika teramat susah untuk ditahan. Tapi pernah suatu hari saya tidak enak meninggalkan pasien sehingga saya harus berusaha keras untuk menahannya. Ceritanya suatu hari saya dan seorang teman sedang ke kamar pasien yang bernama Ibu Samikem, seperti biasa sambil mengetok dan membuka pintu saya memanggil nama pasien. "Selamat sore dengan Ibu Samikem?" Sang pasien beserta orang-orang yang sedang membesuk di ruangan itu serentak menjawab "Walaikumsalaaam..." Sontak saya seperti digelitikin di seluruh tubuh. Teman saya dengan bebasnya bisa lari keluar dan tertawa sepuasnya. Saya tertahan di dalam melanjutkan pekerjaan sambil menggigit bibir kuat-kuat. Alhasil besoknya saya sariawan.
2. Menahan Kentut.
Apa jadinya kalau lagi di depan pasien tiba-tiba ada bunyi sesuatu dan disusul bau yang bikin pingsan. Pernah suatu hari saya menahannya sampai dingin sekujur tubuh.
Apa jadinya kalau lagi di depan pasien tiba-tiba ada bunyi sesuatu dan disusul bau yang bikin pingsan. Pernah suatu hari saya menahannya sampai dingin sekujur tubuh.
3. Menahan Batuk.
Saat sedang menancapkan jarum di lengan pasien tiba-tiba tenggorokan saya gatteeeelll luar biasa. Saya berusaha keras menelan ludah sambil membayangkan minum air putih dan tak sedikitpun menghilangkan rasa gatel itu. Setelah darah terkumpul buru-buru saya katakan kepada pasien bahwa telah selesai dengan harapan pasien segera pergi. Eh ga taunya malah pasiennya ngajakin curhat waaaks... Uhuk uhuk uhuuukk... Masih mending kalau hanya batuk kering, yang ga enak banget kalau batuknya disertai geledek (berdahak).
Cerita dari teman saya, saat tengah menyedot darah tiba-tiba pengen batuk tapi ditahannya sekuat tenaga sampai air matanya bercucuran. Sang pasien yang melihatnya jadi bingung "Suster kenapa?" Hahahaa...
Saat sedang menancapkan jarum di lengan pasien tiba-tiba tenggorokan saya gatteeeelll luar biasa. Saya berusaha keras menelan ludah sambil membayangkan minum air putih dan tak sedikitpun menghilangkan rasa gatel itu. Setelah darah terkumpul buru-buru saya katakan kepada pasien bahwa telah selesai dengan harapan pasien segera pergi. Eh ga taunya malah pasiennya ngajakin curhat waaaks... Uhuk uhuk uhuuukk... Masih mending kalau hanya batuk kering, yang ga enak banget kalau batuknya disertai geledek (berdahak).
Cerita dari teman saya, saat tengah menyedot darah tiba-tiba pengen batuk tapi ditahannya sekuat tenaga sampai air matanya bercucuran. Sang pasien yang melihatnya jadi bingung "Suster kenapa?" Hahahaa...
4. Bersin.
Biasanya bersin membutuhkan konsentrasi penuh agar hasilnya memuaskan. Tak jarang mulut sudah menganga hidung kempas kempis bersiap-siap menjemput bersin ga taunya lewat begitu saja. Kecewanya tuh mirip kya dikacangin ama gebetan. Eh ini tumben-tumbennya pengen bersin pas lagi nusuk vena pasien dan ga bisa ditahan. Hwaacchhiiiii..!!! "Aduh maaf ya pak.." Untung saja ga keluar ingusnya.
Biasanya bersin membutuhkan konsentrasi penuh agar hasilnya memuaskan. Tak jarang mulut sudah menganga hidung kempas kempis bersiap-siap menjemput bersin ga taunya lewat begitu saja. Kecewanya tuh mirip kya dikacangin ama gebetan. Eh ini tumben-tumbennya pengen bersin pas lagi nusuk vena pasien dan ga bisa ditahan. Hwaacchhiiiii..!!! "Aduh maaf ya pak.." Untung saja ga keluar ingusnya.
5. Menahan Gatel.
Tengah menyedot darah tiba-tiba ada serangga yang menggigit punggung saya. Saya jadi menggeliat-menggeliat kya penari ular. Apesnya darah yang diambil banyak sehingga membutuhkan waktu yang lama. Aauuuwww....
Tengah menyedot darah tiba-tiba ada serangga yang menggigit punggung saya. Saya jadi menggeliat-menggeliat kya penari ular. Apesnya darah yang diambil banyak sehingga membutuhkan waktu yang lama. Aauuuwww....
7. Cegukan.
Sebelum masuk ke ruang sampling saya berusaha menahan nafas berharap cegukan saya berhenti. Dan yang terjadi,
"Selamat siang dengan bapak x.. Kuk!!"
"Tangannya dilurusin ya pak, Kuk!!"
"Bisa mengepal pak, Kuk!!"
"Tarik nafas ya pak, Kuk!!"
Sang pasien lama-lama ketawa sambil nyeletuk "Minum dulu mbak minum..."
Sebelum masuk ke ruang sampling saya berusaha menahan nafas berharap cegukan saya berhenti. Dan yang terjadi,
"Selamat siang dengan bapak x.. Kuk!!"
"Tangannya dilurusin ya pak, Kuk!!"
"Bisa mengepal pak, Kuk!!"
"Tarik nafas ya pak, Kuk!!"
Sang pasien lama-lama ketawa sambil nyeletuk "Minum dulu mbak minum..."
8. Salah Memanggil.
Pada saat jam sibuk antrian pasien menggunung kadang konsentrasi menurun sehingga hanya fokus melihat nama tanpa memperhatikan jenis kelamin.
"Ibu Dian!!" panggil saya dan ternyata yang datang seorang bapak-bapak.
Pada saat jam sibuk antrian pasien menggunung kadang konsentrasi menurun sehingga hanya fokus melihat nama tanpa memperhatikan jenis kelamin.
"Ibu Dian!!" panggil saya dan ternyata yang datang seorang bapak-bapak.
"Eh maaf bapak ya..."
"Bapak Ade!!" dan yang datang ternyata ibu-ibu.
"Bapak Ade!!" dan yang datang ternyata ibu-ibu.
"Oh Ibu Ade ya...maaf ya bu..."
Yang lebih bodoh lagi pernah salah memanggil nama dokternya hahaha....
Yang lebih bodoh lagi pernah salah memanggil nama dokternya hahaha....
9. Berniat Basa Basi Malah Busuk.
Suatu hari ada pasien bayi yang digendong oleh seorang ibu, tapi kelihatannya seperti neneknya. Spontan saya basa basi menyambut dede bayi,
"Halo dede, wah dianterin neneknya ya"
"Saya ibunya mbak.."
"Oh..iya bu" Ups! ga enak banget.
Maksud hati ngeles lagi biar mengalihkan perhatian "Cantiknyaaa...cewek ya bu?"
"Cowok"
Wuaddduuhhh....!!!
Suatu hari ada pasien bayi yang digendong oleh seorang ibu, tapi kelihatannya seperti neneknya. Spontan saya basa basi menyambut dede bayi,
"Halo dede, wah dianterin neneknya ya"
"Saya ibunya mbak.."
"Oh..iya bu" Ups! ga enak banget.
Maksud hati ngeles lagi biar mengalihkan perhatian "Cantiknyaaa...cewek ya bu?"
"Cowok"
Wuaddduuhhh....!!!