Makanan yang ga pernah membosankan buat saya adalah olahan telur. Entah diceplok, didadar, direbus atau dibakar. Namun khusus untuk telur ceplok saya punya syarat khusus agar menjadi lebih istimewa walaupun rasanya sama aja. Syarat ini telah saya buat sejak masih kecil yang saya sendiri bahkan ga bisa mengingatnya. Jadi menurut cerita salah satu kakak saya jika kuning telurnya ga pas di tengah apalagi sampai pecah saya akan nangis dan minta diulang lagi. Sejak saya bisa bikin telur ceplok sendiri sampai sekarang selalu pengennya seperti itu, kuningnya harus tetap utuh di tengah. Karena jika bisa memisahkan kuning telurnya akan muncul kenikmatan tersendiri saat memakannya.
Untuk sekarang jika ga berhasil tentunya saya ga akan mengulang goreng lagi karena ga akan menambah atau mengurangi rasanya. Bikin telur dadarpun seperti itu, biasanya akan saya aduk pelan-pelan putih telurnya dulu berharap yang kuning jangan sampai pecah. Maksud hati cukup putihnya saja yang dibumbuin sedangkan kuningnya dibiarkan utuh. Tapi ya ga akan berhasil, selaput tipis yang membungkus kuning telur ga pernah bisa bertahan.
Ga ada kerjaan banget kan tapi itulah kenyataan hehehe...