Beberapa kali diajak oleh teman saya Monica untuk ikut gathering BD tapi kebetulan waktunya selalu bersamaan dengan acara camping dengan teman-teman kerja. Setau saya BD adalah singkatan dari Backpacker Dunia yang merupakan suatu grup yang beranggotakan orang-orang yang suka jalan-jalan keluar negeri. Walaupun saya sedang mabuk backpacking ke luar negeri tapi saya malas untuk ikut-ikutan grup di facebook. Karena beberapa kali saya join dengan grup yang mengatasnamakan backpacker tapi ternyata isinya dipenuhi oleh iklan. Dari iklan ajakan backpacking oleh travel-travel fiktif, iklan barang elektronik, iklan fashion sampai iklan pencabut bulu ketek kucing pun semua ada. Makanya saya tidak pernah serius menanggapi ajakan Monica, tidak juga kepikiran untuk sekedar mengintip ke grup di fb biar tau apa itu BD. Biasanya ada kabar sedikit saya langsung join ke tkp kali ini entahlah saya tidak tergerak sama sekali.
Suatu hari saya diajak lagi oleh Monica untuk ikut gathering, tepatnya tanggal 24 Mei 2014. Kebetulan hari itu saya tidak ada acara camping dan jadwal kerja saya masuk malem. Heran juga kenapa Monica tak bosan-bosannya mengajak saya walaupun beberapa bulan tidak pernah saya tanggapi. Kali ini sebagai rasa terima kasih kepada Monica yang selalu setia menjadi sahabat saya, saya akan penuhi undangannya. Saya akan datang.
"Oke daftarin gw ya, kalau ada bayar apa-apa tolong bayarin dulu"
"Ga ada, ini free kalau mau datang tinggal datang aja"
"Tempatnya museum mandiri sebelah mana?"
"Abis pintu masuk ke kanan naik ke lantai 2. Lo mau ikut acara sampe aftergathnya ga?" lah acara apalagi tuh, saya ga ngerti maksudnya tapi karena tidak mungkin bisa ikut saya malas bertanya. Karena domisili kami berjauhan kami janjian untuk bertemu langsung di tkp.
"Oke daftarin gw ya, kalau ada bayar apa-apa tolong bayarin dulu"
"Ga ada, ini free kalau mau datang tinggal datang aja"
"Tempatnya museum mandiri sebelah mana?"
"Abis pintu masuk ke kanan naik ke lantai 2. Lo mau ikut acara sampe aftergathnya ga?" lah acara apalagi tuh, saya ga ngerti maksudnya tapi karena tidak mungkin bisa ikut saya malas bertanya. Karena domisili kami berjauhan kami janjian untuk bertemu langsung di tkp.
Pagi itu jam 8 pagi berangkatlah saya ke Jakarta dengan hanya membawa sebotol air cucian beras untuk minum di jalan. Saya naik bus jurusan Cilegon - Kalideres disambung naik Busway Kalideres - Kota. Cuaca pada saat itu puanaas blingsatan tapi untungnya saya terlindungi oleh bus AC walaupun perjalanannya agak tersendat. Sampai di kota kira-kira jam 12:30 sedangkan Monica yang naik kereta dari Tangerang entahlah masih dimana katanya tuh kereta ngetem dulu di Bangkok apa Penang mbuh lah. Akhirnya saya disuruh masuk duluan oleh Monica. Waduh bingung ga ya bingung ga ya...karena walaupun saya sering ke daerah kota tapi belum pernah masuk ke museum bank mandiri. Oke deh masak ilang sih...
Setelah turun dari busway saya harus menyebrang jalan untuk menuju ke museum bank mandiri. Sebagai warga negara yang baik saya lewat tunnel bawah tanah yang menghubungkan halte busway dengan museum bank mandiri (sebenernya pengen nyebrang ala preman tapi ga tau lewat mana). Begitu mulai turun ke tunnel saya berasa seperti sedang berada di subway di Korea adem bersih wangi, bo'ong banget tepatnya sih menghibur diri karena lebih jauh dibanding nyebrang ala preman jadi anggap saja sedang jalan-jalan di luar negeri biar menambah stamina.
Di bunderan masih di dalam tunnel saya melihat banyak anak kecil bermain-main sambil disuapi hokben oleh orang tuanya. Mak cegluk! Beli dimana itu hokben kok bau trasinya menusuk hidung saya. Ternyata di pojokan dekat tangga keluar ada meja kecil dengan beberapa tumpukan kardus kecil rupanya disitulah hokben itu parkir. Ketika saya melintas di depannya si mbak dan mas hokbennya bilang "Silahkan hokbennya paket hemat.." Langsung saya tanya "Gratis ya mbak?" dasar otak gratis, bodoh banget kalau saya sampai nanya begitu sudah jelas-jelas terpampang harganya Rp 19.500. Kemudian saya pesan satu yang isinya hanya nasi sekepel cukup mengenyangkan anak kecil usia 5 tahun dengan gorengan tiga biji kecil-keciiil kalau buat makan nasi harus digigit sedikit-sedikit biar cukup sampai gigitan terakhir. Salah satunya yang berisi telor puyuh entah apa namanya saya males menghafal karena tidak pernah keluar di ujian. Rencana akan saya makan sebelum masuk ke museum bank mandiri.
Setelah saya sampai di depan museum bank mandiri ternyata suasananya ramai sekali, panas dan tidak ada tempat duduk atau berteduh sekalipun. Di depan pintu masuk terpampang tulisan "Gathering Backpacker Dunia Ruang Penghargaan Lantai 2" Dengan keadaan yang begitu timbul niat saya untuk segera masuk karena kalau kelamaan kepanasan saya juga takut item, yak elah!
| Petunjuk ke ruang gathering, lakbannya keren ya :) |
Baru saja kaki saya menapak ke tangga saya disapa ramah oleh mbak-mbak.
"Mbak mau ke gathering BD ya?"
"Iya"
"Saya juga, bareng yuk saya baru pertama"
"Sama saya juga baru pertama" dalam hati gimana makan hokbennya...
"Mbak mau ke gathering BD ya?"
"Iya"
"Saya juga, bareng yuk saya baru pertama"
"Sama saya juga baru pertama" dalam hati gimana makan hokbennya...
Selesai mendaki 100 anak tangga haaisshh..dibagi 10, kemudian terlihat ada petunjuk lagi gathering BD ke arah kanan yaitu ke sebuah lorong yang mana di ujung lorong ada sebuah meja yang di jaga oleh 3 orang, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Yang saya ingat namanya Pak Tani, mbak Saras dan yang 1 lagi saya lupa. Buat mas yang terlupakan mohon maaf. Kami disambut dengan senyum yang sangat ramah seperti sudah lama kenal.
Setelah mengisi daftar hadir saya sempat mengobrol dengan mbak Saras yang ternyata sama-sama dari Cilegon. Dan Pak Tani juga menanyakan apakah saya kenal dengan bapak *sebut saja Ariel. "lya kenal pak" beliau adalah salah satu manager di tempat kerja saya. Waaah dunia sempit sekali, ga juga sih Jakarta Cilegon mah hanya seipriiitt.
Kemudian saya dipersilahkan masuk. Sampai di depan pintu ada meja panjang dengan seabreg makanan, saya melihat beberapa orang yang baru datang meletakkan makanan bawaannya disitu. Karena saya hanya membawa hokben akhirnya dengan perasaan kaget bercampur malu saya letakkan juga hokben saya disitu. Sambil duduk bersebelahan dengan mbak yang bareng dari pintu masuk saya bertanya
"Emang disuruh bawa makanan ya mbak?"
"lya kan ada di undangannya, bawa potluck"
"Emang disuruh bawa makanan ya mbak?"
"lya kan ada di undangannya, bawa potluck"
Undangannya emang dimana? Saya hanya bertanya di dalam hati supaya ga kelihatan oonnya. Moniiiicc...kenapa lo ga bilang sih kalau harus bawa konsumsi bersama, masak saya bawanya nasi sekepel ya kalau dihitung per butir sih mungkin lebih dari 200 butir cukup buat seruangan, hadeeuuhh...malunya... Semoga segera dimakan dan tidak ketauan itu bawaan siapa (hehe..sekarang jadi tau ya..).
Saya kira acaranya seperti seminar resmi tapi santai, untung saja saya tidak memakai blazer dan highheels (emang punya?) dan banyak orang bulenya namanya juga backpacker dunia kirain bakal didatangi oleh orang-orang dari berbagai belahan dunia. Ternyata saya salah besar, semua orang lokal dan suasananya kekeluargaan persis seperti halal bihalal di rumah nenek. Sebentar-sebentar diiderin makanan silahkan nyomot sendiri maunya apa. Setiap mengambil makanan saya pengen ketawa inget si hokben.
Pada saat itu Mas Ai sedang sharing tentang backpacking ke UK saya serius memperhatikan walaupun sesekali diselingi ngobrol dengan mbak di sebelah. Diakhir sharingnya, Mas Deni yang pada saat itu menjadi MC mengadakan kuis. Salah satu pertanyaannya yang paling saya ingat adalah berapa jumlah member BD pada saat ini? Ada yang menjawab dengan benar yaitu 40rb sekian. Saya kembali bingung. Member apaan? Lalu saya bertanya lagi ke sebelah.
"Lihatnya dimana mbak?"
"Di facebook, di grup backpacker dunia, emang belum join?"
"Belum" waktu itu rasanya saya jadi orang yang paling bodoh di dunia.
"Di facebook, di grup backpacker dunia, emang belum join?"
"Belum" waktu itu rasanya saya jadi orang yang paling bodoh di dunia.
Dari sini saya baru tau apa itu Backpacker Dunia yang sebenarnya. Tepok jidat hellooo... Saya langsung join pada saat itu juga dan tinggal menunggu saatnya di confirm.
Tiba-tiba Monica datang dengan keringat yang segede kelinci abis kepanasan di kereta.
"Mon lo tadi bawa makanan ga?"
"Bawa udah gw taro"
"Tadi gw bawa hokben beli di kolong deket halte busway"
"Jangan-jangan cuma satu lagi"
"Ya iya lah, udah satu kecil pula"
"Hahahahahahahaaaa..."
"Gw ga tau, tadi beli juga iseng doank karena pengen anak kecil lagi makan"
"Hahahahahahaaa...." tertawalah sebelum kamu ditertawakan Mon.
"Mon lo tadi bawa makanan ga?"
"Bawa udah gw taro"
"Tadi gw bawa hokben beli di kolong deket halte busway"
"Jangan-jangan cuma satu lagi"
"Ya iya lah, udah satu kecil pula"
"Hahahahahahahaaaa..."
"Gw ga tau, tadi beli juga iseng doank karena pengen anak kecil lagi makan"
"Hahahahahahaaa...." tertawalah sebelum kamu ditertawakan Mon.
Kembali ke acara BD, selesai Mas Ai sekarang giliran Mbak Antin sharing pengalamannya waktu di Jepang tapi suaranya kecil kalah berisik dengan suara yang ngobrol di belakang, akhirnya saya pun ngobrol sendiri dengan Monica dan mbak di sebelah. Sudah lama ngobrol ngalor ngidul akhirnya kami baru kenalan, si mbak bernama Ken. Diakhir sharingnya Mbak Antin mengadakan kuis juga dengan berbagai macam hadiah karena tidak mendengarkan saya pun tidak tau apa-apa.
Kemudian dilanjutkan oleh Mbak Muti, yang sekarang saya kenal sebagai juragan mijon. Topiknya masih sama tentang Jepang. Kali ini suara Mbak Mijon lumayan kenceng mengalahkan suara brisik yang di belakang. Monica pun serius mendengarkan karena sebentar lagi akan pergi ke Jepang. Diakhir sharingnya saya berhasil menjawab kuisnya Mbak Mijon dengan hadiah tas sumbangan dari Mbak Asma Nadia. Mamacih nyama nyamaa...
Acara masih berlanjut dengan sharingnya Mas Deni (bukan Mas Deni MC) yang semakin seru yaitu menembus negara-negara Balkan dengan visa schengen. Saya mendengarkan dari awal sampai terakhir, mupeng sekali.
Tak terasa waktu telah mendekati jam 16.30 molor setengah jam dari waktu yang telah dijadwalkan karena serunya acara. Diakhir acara tadinya saya mau langsung kabur tapi katanya akan ada foto bersama. Sambil bersiap-siap saya melihat banyak orang yang foto-foto dan minta foto bareng dengan Mbak Elok. Siapa itu Mbak Elok? Saya pun ikut-ikutan mengambil gambarnya walaupun saya belum tau siapa beliau.
Selesai foto kami saling bersalam-salaman termasuk dengan Mbak Elok. Kemudian saya keluar bersama Monica, Mbak Saras dan temannya Mbak Saras. Saya ngobrol lagi dengan Mbak Saras ternyata usut punya usut anaknya Mbak Saras sering diajak camping oleh teman saya. Tentu saja saya mengenalinya karena pernah camping bareng beberapa kali. Ealah kok jadi nyambung...
Karena Monica dan Mbak Saras akan mengikuti acara makan malam saya pun pulang sendiri, tapi saya diajak bareng di mobilnya Mbak Antin dan turun di depan Sarinah.
Di bus saya membuka facebook dan rupanya telah di confirm di grup BD. Saya buka-buka timelinenya yang bersih dari iklan-iklan yang menyebalkan dan berisi informasi yang sangat bermanfaat dari para member-membernya. Kemudian saya klik view pinned post yang berisi ucapan salam dan aturan-aturan di BD dari sang admin yang bernama Mbak Elok. Barulah saya tau kenapa banyak orang yang minta foto bareng Mbak Elok.
Masih penasaran dengan Mbak Elok kemudian saya googling dengan mengetik nama lengkap beliau. Banyak bermunculan berita tentang beliau maupun tulisan-tulisan hasil karya beliau. WOOW...rupanya orang penting.
Ternyata grup BD ini telah dibentuk oleh Mbak Elok sudah berusia hampir 5 tahun, waktu itu beberapa bulan lagi ultah BD yang ke 5. Telat sekali saya baru tau. Tapi katanya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, ciee menghibur diri padahal nyesel mah tetep. Saya masih beruntung dibanding dengan teman-teman yang mungkin sudah bertahun-tahun menjadi member BD tapi belum berkesempatan mengikuti gathering BD pusat. Saya berkesempatan mengikuti gathering dulu sebelum menjadi member. Pastinya saya bener-bener berterima kasih kepada Monica yang telah berkali-kali mengajak saya untuk ikutan gathering BD.
Teriak sekenceng-kencengnya **MONIIIIC THENG KYU YAAA**
Keesokan harinya terlihat tulisan Mbak Elok di wall BD dan di wall pribadinya, mengucapkan terima kasih kepada para member yang telah hadir mengikuti gathering. Selain itu juga mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah membantu berlangsungnya acara termasuk terima kasih telah membawa potluck untuk dikonsumsi bersama. Disebutkan juga beberapa jenis makanan yang dibawa oleh para member, yang salah satunya adalah hokben. Gubraaakkkk... :D.
Langsung saya kabari Monica
"Mon hokben gw kesebut lho ama Mbak Elok"
"Hahahahahahaaaa...."
"Hahahahahahaaaa...."
Terima kasih kepada Mbak Elok telah membuat grup seindah ini dan mengijinkan saya untuk bergabung di dalamnya. Salam sukses buat BD.
